Jangan Ucapkan Seandainya Atau Sekiranya Ketika Ditimpa Sesuatu

Kopisruput.net – ﷽
Terkadang kita sadar atau tidak sadar ketika berkeluh kesah karena apa yang menimpa kita, lantas kita berucap “SEANDAINYA AKU BEGINI PASTI TIDAK AKAN SEPERTI INI”. Tahukah sobat, jika ucapan ini bahwasanya dimurkai oleh ALLAH Azza wa Jalla? Karena ucapan tersebut dapat menimbulkan perbuatan setan dan merasa tidak menerima takdir ALLAH azza wa jalla.

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلا تَعْجِزَنَّ , وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلا تَقُلْ : لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَذَا لَكَانَ كَذَا وَ كَذَا , وَلَكِنْ قُلْ : قَدَرُ اللهِ وَ مَا شَاءَ فَعَلَ , فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

“Bersungguh-sungguhlah dalam hal-hal yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah (dalam segala urusan), serta janganlah sekali-kali kamu bersikap lemah. Jika kamu tertimpa sesuatu (kegagalan), maka janganlah kamu mengatakan, ‘seandainya aku berbuat demikian, pastilah tidak akan begini atau begitu’. Tetapi katakanlah, ‘ini telah ditakdirkan oleh Allah dan Allah berbuat sesuai dengan apa yang dikehendaki’. Karena sesungguhnya perkataan seandainya akan membuka (pintu) perbuatan setan”. (HR. Muslim no. 2664)

Nabi shallallhu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَ إِنَّ العَبْدَ لَيَتكلَّمُ بالكَلِمَةِ مِنْ سُخْطِ اللهِ لا يُلْقي لَهَا بالاً يَهوى بها فى جَهَنَّمَ

“Sungguh seseorang mengucapkan satu kalimat yang mendatangkan kemurkaan Allah, namun dia menganggapnya ringan, karenanya dia dilemparkan ke dalam api neraka”. (HR. Bukhari no. 6478)

Dalil Dalam AlQuran

1. Didalam Al-Qur’an Allah Azza Wa Jalla membeberkan isi hati orang orang Munafik di perang Uhud. Ketika kaum Muslimin di uji dengan kekalahan, Allah meurunkan rasa kantuk yang berat kepad orang beriman untuk menenteramkan hatinya. Sedangkan segolongan lagi dicemaskan oleh diri mereka sendiri. Yakni mereka tidak terkena kantuk karena hati mereka diliputi oleh rasa khawatir, gusar, dan takut. Mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan Jahiliyah.

Demikian perihal orang-orang yang ragu, jika terjadi suatu peristiwa yang buruk, timbul dugaan yang jelek seperti itu.

Mereka yang munafik itu berkata:

يَقُولُونَ لَوْ كَانَ لَنَا مِنَ ٱلْأَمْرِ شَىْءٌ مَّا قُتِلْنَا هَٰهُنَاۗ

“Mereka berkata, ‘sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) disini’.”(Ali Imran : 154)

Maka dijawab oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala melalui firman-Nya:

قُل لَّوْ كُنتُمْ فِى بُيُوتِكُمْ لَبَرَزَ ٱلَّذِينَ كُتِبَ عَلَيْهِمُ ٱلْقَتْلُ إِلَىٰ مَضَاجِعِهِمْۖ

Katakanlah, “Sekiranya kalian berada di rumah kalian, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh.” (Ali Imran : 154)

Yakni hal ini merupakan takdir yang ditentukan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dan merupakan keputusan-Nya yang tidak dapat dielakkan lagi darinya dan tidak ada jalan selamat baginya.

2. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Surat Ali Imran: 168

ٱلَّذِينَ قَالُوا۟ لِإِخْوَٰنِهِمْ وَقَعَدُوا۟ لَوْ أَطَاعُونَا مَا قُتِلُوا۟ۗ

“Orang-orang yang mengatakan kepada saudara-saudaranya dan mereka tidak turut pergi berperang, ‘Sekiranya mereka mengikuti kita, tentulah mereka tidak terbunuh.” (Ali Imran: 168)

Ibnu Katsir berkata terkait ayat tersebut, Yakni, seandainya mereka mendengar pendapat kami agar tetap diam dan tidak berangkat, niscaya mereka tidak terbunuh bersama orang orang yang terbunuh.

Maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyangkal mereka dengan berfirman,

قُلْ فَٱدْرَءُوا۟ عَنْ أَنفُسِكُمُ ٱلْمَوْتَ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ.

“Katakanlah, ‘tolaklah kematian itu dari dirimu jika kamu orang orang yang benar’.” (Ali Imran: 168)

Yakni, jika tidak berangkat menyelamatkan seseorang dari pembunuhan dan kematian, maka semestinya mereka tidak mati, namun kematian itu pasti datang kepada kalian, walaupun kalian berada di benteng yang kokoh, maka tolaklah kematian dari diri kalian jika kalian adalah orang orang yang benar.

Kesimpulan

Demikianlah Allah ﷻ melarang kita untuk mengucapkan, ‘Andaikata‘ pada saat ditimpa sesuatu. Nabi ﷺ juga mengajarkan kepada kita apabila seseorang mendapatkan apa yang tidak diinginkan untuk tidak berkata, “Andaikata aku melakukan ini niscaya akan begini dan begini.”

Hendaklah dia berkata, “Allah telah menakdirkannya dan apa yang Allah kehendaki pasti Dia lakukan.” Yakni ini adalah takdir Allah, maka yang wajib adalah menerima takdir-Nya, rela kepadanya dan mencari pahala di sisi-Nya.

Karena Ucapan “Andaikata” membuka perbuatan Setan.

Karena ia berarti menyayangkan apa yang telah terjadi, menyesalkan nya dan menyalahkan takdir. Hal itu bertentangan dengan kesabaran. Sabar hukum nya wajib, demikian pula beriman kepada takdir.

Renungkanlah,

مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا فِىٓ أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِى كِتَٰبٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَآۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٌ. لِّكَيْلَا تَأْسَوْا۟ عَلَىٰ مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا۟ بِمَآ ءَاتَىٰكُمْۗ وَٱللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam Kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (Al-Hadid: 22-23)

مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِۗ وَمَن يُؤْمِنۢ بِٱللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُۥۚ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ.

“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.” (At-Taghabun: 11)

Wallahu ‘alam.

Sumber : @dakwahtauhid, Fathul Majid syarah kitab Tauhid.

Tentang kopisruput

Newbie blogger dan masih terus belajar...
Pos ini dipublikasikan di Nasehat, Ngaji, Ruqyah Syar'iyyah, Umum dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.