Ketika Hati Kita Cenderung Lalai, Renungkanlah Nasehat Ini

﷽ Ketika Hati Kita Cenderung Lalai, Renungkanlah Ini.

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata:

“Setiap kali hatimu lalai dan terlarut dalam kehidupan dunia, keluarlah engkau menuju kuburan! Dan renungkanlah mereka-mereka ini (penghuni kubur)! Kemarin mereka seperti dirimu berada diatas bumi, mereka makan, minum dan bersenang-senang. Dan sekarang kemana mereka pergi?”

Sekarang mereka tergadaikan dengan amalan-amalan mereka (di kubur). Tidak bermanfaat bagi mereka kecuali amalan-amalan mereka.

Sebagaimana hal itu dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam beliau bersabda:

“Akan mengiringi mayit tiga perkara. Hartanya, keluarganya dan amalannya. Maka akan kembali pulang dua perkara dan akan tinggal bersamanya satu perkara. Kembali pulang keluarganya dan hartanya, dan akan tinggal bersamanya amalannya.

Maka renungkanlah mereka-mereka ini. (Syarh Riyadhus -Shalihin 3/473)

Dzikrul maut, mengingat kematian. Siapa yang mengingat kematian maka dia akan segera bertaubat dan segera beramal shaleh. Siapa yang merasa akan hidup terus maka akan gampang-gampang berbuat dosa.

Menjaga Waktu

“Sesungguhnya dunia ini semuanya akan berlalu, segala sesuatu yang ada di dalamnya merupakan pelajaran yang berharga. Jika engkau melihat matahari keluar di pagi hari, kemudian tenggelam di sore hari, lalu menghilang, demikian juga wujudnya seorang insan di dunia, Ia muncul kedunia kemudian akan sirna.”

Demikian pula jika kita melihat rembulan, ia muncul di awal bulan dalam bentuk bulan sabit kecil, kemudian terus bertambah membesar. Maka jika telah sempurna, iapun mulai mengecil sampai kembali seperti sedia kala. Demikian juga kalau kita perhatikan bulan demi bulan, engkau dapati seorang insan memandang kalau bulan depan masih lama datangnya. Misalnya ia mengatakan: Kita sekarang ada di bulan dua belas, bulan ramadhan masih delapan bulan lagi, maka alangkah lamanya! Tiba-tiba ia telah melewati ramadhan dengan cepatnya. Tak terasa seolah-olah (kedatangan ramadhan) itu seperti waktu sesaat di siang hari.

Demikian juga umur, umur seorang insan. Engkau dapati ia memandang kamatian itu masih lama datangnya, ia masih memiliki angan-angan, tiba-tiba tali angan-angannya telah terputus. Maka sungguh telah terluput darinya segala sesuatu. Engkau dapati ia telah dipikul orang lain diatas keranda mayat, lalu iapun dikuburkan dalam tanah.
Lalu ia berfikir: ”Kapan terjadinya keadaanku ini? Kapan saya sampai pada keadaan ini?”
Dan tiba-tiba ia telah sampai kepada (ajal)nya, seolah-olah tidaklah ia hidup di dunia ini kecuali baru sore tadi atau waktu dhuhanya.

Saya mengatakan ini agar bisa memotivasi saya sendiri dan saudara-saudaraku untuk bersegera memanfaatkan waktu, agar tidak menyia-nyiakan waktu, biarpun sedikit, kecuali dalam keadaan kita mengetahui perhitungan kita padanya.

Apakah kita sudah mendekatkan diri kita kepada Allah dengan suatu ibadah?
Dan ataukah kita tetap di tempat- tempat kita?
Apa jadinya keadaan kita?
Wajib bagi kita bersegera melakukan perkara-perkara yang bermanfaat sebelum hilang kesempatan.

Betapa dekatnya akhirat dari dunia. Dahulu Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu sering mempermisalkan (hal ini) dengan ucapan penyair:

”Setiap kita selalu berada didekat keluarganya, sementara kematian itu lebih dekat daripada tali sandalnya.”

Saya memohon kepada Allah untuk saya dan kalian husnul khatimah
Semoga Allah menjadikan urusan kita kelak lebih baik dari yang telah berlalu.
Semoga Allah menolong kita untuk bisa selalu mengingat-Nya, bersyukur pada-Nya dan memperbagus peribadatan kepada-Nya.

📚 Sumber : Forum Salafy

Baarakallahu Fiikum.

Iklan

Tentang kopisruput

Newbie blogger dan masih terus belajar...
Pos ini dipublikasikan di Nasehat, Ngaji, Opini, Umum dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.