Cara Mengubur Ari Ari Bayi Yang Benar

Kopisruput.net – Dibesarkan dari keluarga Jawa, ritual ritual memperlakukan Ari Ari (plasenta bayi) setelah kelahiran bayi sudah menjadi tradisi yang biasa dilakukan secara turun temurun. Mulai dari tata cara membersihkan ari2, meletakkannya di wadah tanah liat lalu di beri garam, alat tulis, bunga dan sebagainya hingga tata cara memendamnya dan berbagai syaratnya lalu di beri lampu diatasnya sudah menjadi kebiasaan dengan keyakinan yang bermacam macam.

Sebelum belajar Islam, saya cuma bisa ngikut saja kata orang tua meskipun banyak sekali pertanyaan dibenak ini yang ujung ujungnya jawabannya mentok, “karena itu sudah adat dari leluhur nak“. Tidak ada kejelasan yang ilmiah yang bisa menerangkan hal ini secara memuaskan.

Padahal kita sudah memiliki agama yang sudah sempurna yang telah mengajarkan kita tentang segala seluk beluk perkara kehidupan ini. Maka sudah semestinya segala perkara kita kembalikan kepada ajaran Islam yang utuh yang sesuai dengan yang di firman Allah Ta’ala dalam Al-quran dan contoh yang diberikan Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam. Dan sebisa mungkin kita meninggalkan kurafat2 yang tidak jelas asal usulnya dan ritual ritual yang tidak di syariatkan.

Cara memperlakukan Ari Ari yang benar

Adapun riwayat yang menerangkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk menguburkannya adalah lemah. Redaksinya adalah sebagai berikut :
كَانَ رَسُوْلُ اللهِ n يَأْمُرُ بِدَفْنِ سَبْعَةِ أَشْيَاءَ مِنَ الإِنْسَانِ: الشَّعْرِ، وَالظُّفرِ، وَالدَّمِ، وَالْحِيْضَةِ، وَالسِّنِّ، وَالْعَلَقَةِ، وَالمَشِيمَةِ

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk mengubur tujuh hal dari manusia : rambut, kuku, darah, haid, gigi, kulit yang dipotong saat khitan, dan plasenta.[Nawâdirul Ushûl, al-Hakiem at-Tirmidzi 1/186.]

Hadits ini dihukumi dha’if (lemah) oleh a-Baihaqi, ad-Daraquthni, dan al-Albani,[Lihat: Silsilah al-Ahâdîts adh-Dha’îfah 7/259 no 3.263] sehingga tidak bisa dijadikan landasan hukum.

Terkait cara memperlakukan Ari Ari ini, pendapat para ulama menganjurkan mengubur ari-ari. Namun, satu hal yang perlu diingat, ini sama sekali bukanlah menganjurkan Anda untuk melakukan berbagai ritual ketika menguburkan benda ini. Sama sekali tidak menganjurkan demikian. Bahkan jika sikap semacam ini diiringi dengan berbagai keyakinan tanpa dasar, maka jadinya tahayul dan khurafat yang sangat dilarang syariat.

Memberi lampu selama 40 hari, di kubur bersama pensil, bunga, jarum, gereh, pethek, sampai kemiri gepak jendhul, semua ini pasti dilakukan karena tujuan tertentu.

Ketika ini diyakini bisa menjadi sebab agar bayinya memiliki kemampuan tertentu, atau agar bayinya mendapatkan semua yang bisa membahagiakan hidupnya, maka berarti termasuk mengambil sebab yang sejatinya bukan sebab. Dan itu termasuk perbuatan syirik kecil.

Maka memperlakukannya sebagaimana memperlakukan organ tubuh lain yang sudah tidak berfungsi, yaitu menguburnya di dalam tanah tanpa menggunakan tata cara (ritual) khusus. Maksudnya agar plasenta tidak diacak-acak oleh binatang dan baunya tidak mengganggu orang lain bila dibuang begitu saja. Jangan pula dibuang ke air, karena itu dapat mencemarkannya.

Adapun adat yang berkembang di sebagian masyarakat berupa pelarungan plasenta di laut, menggantungnya di rumah atau menguburnya beserta barang-barang tertentu ditambah pemberian lampu dengan keyakinan agar anak terjaga dari marabahaya atau agar anak pintar. Praktek dan keyakinan ini adalah khurafat, yakni meyakini dan melakukan sebab yang tidak terbukti secara syariah atau ilmiah. Keyakinan seperti ini bisa menjadi syirik kecil atau besar, tergantung keyakinan si pelaku. Apapun itu, ritual seperti itu harus ditinggalkan.

Sumber :@dakwahtauhid, konsultasisyariah.com

Iklan

Tentang kopisruput

Newbie blogger dan masih terus belajar...
Pos ini dipublikasikan di Fenomena, Nasehat, Ngaji, Opini, Sekitar Kita, Umum dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.