Berharap Cepat Mati Ketika Di Timpa Musibah, Bolehkah?

Kopisruput.net – Saudaraku, tak dipungkiri terkadang kita terbesit keinginan cepat mati dikarenakan masalah duniawi atau musibah yang menimpa kita, semisal sakit yang tidak kunjung sembuh, hutang yang melilit, dan sebagainya. Maka ketika perasaan itu muncul, ingatlah nasehat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam berikut ini,

لا يتمنين أحدكم الموت من ضر أصابه

Artinya: “Janganlah seseorang mengharapkan kematian disebabkan musibah yang menimpanya” [HR. Bukhari dan Muslim]

Janganlah kita berputus asa dengan kondisi cobaan ini, karena hal ini bisa mengurangi kadar iman seseorang terutama iman terhadap takdir. Karena merasa diri ini adalah yang mengatur hidup ini, bukan merupakan ketetapan Allah Azza Wa Jalla. Ingatlah, bukankah sesungguhnya kehidupan dan kematian ini sudah ditetapkan olehNya, dan wajib bagi kita yakini.

Nasehat Bagi Saudaraku Yang Tertimpa Musibah

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Setiap muslim yang terkena musibah penyakit atau yang lainnya, pasti akan hapuskan kesalahannya, sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya.” (HR. Bukhari, no. 5660 dan Muslim, no. 2571)

Dari Abu Sa’id dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidaklah seorang mukmin tertimpa rasa sakit (yang terus menerus), rasa capek, kekhawatiran (pada masa depan), sedih (akan masa lalu), kesusahan hati (berduka cita) atau sesuatu yang menyakiti sampai pada duri yang menusuknya, itu semua akan menghapuskan dosa-dosanya.” (HR. Bukhari, no. 5641).

Namun, suri tauladan kita, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam memberikan wejangan terbaik ketika dihadapkan dengan situasi sangat sulit seperti ini. Beliau mengajarkan kita untuk berdoa dengan redaksi berikut:

اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مَا كَانَتِ الْحَيَاةُ خَيًْرا لِي، وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتِ الْوَفَاةُ خَيًْرا لِي

Allahumma akhiini Maa kaanatil khayatu khairan lii, watawwafani idzakanatil wafatu khairan lii

“Ya Allah! Hidupkanlah aku (panjangkanlah umurku) apabila kehidupan itu lebih baik bagiku dan wafatkanlah aku apabila kematian itu lebih baik bagiku.” [HR. An Nasai]

Di dalam doa ini ada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam mengajarkan tentang kepasrahan. Kita pasrahkan hidup dan mati kepada Allah Al Karim.

Semoga Allah Azza Wa Jalla senantiasa memberikan hidayah, kemudahan, kebaikan dan pikiran yang senantiasa tenang (jernih) dalam menghadapi setiap cobaan.

Sumber : Nusantara Mengaji – 📚 Faedah Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A. dalam Kajian Islam – Pengin Cepet Mati, Rumaysho.com

Iklan

Tentang kopisruput

Newbie blogger dan masih terus belajar...
Pos ini dipublikasikan di Kesehatan, Nasehat, Ngaji, Opini, Sekitar Kita, Tips and Trik dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.