Bendera Tauhid Adalah Bendera Umat Islam, Bukan HTI Atau Golongan!

Kopisruput.net – Sobat sekalian, beberapa hari ini kita dikagetkan oleh peristiwa pembakaran bendera Tauhid oleh sekelompok orang dari salah satu ormas Islam di tanah air ini. Sontak pembakaran ini menuai reaksi keras dari berbagai kalangan umat Islam, karena bendera Tauhid tidak lain adalah benderanya seluruh umat muslim yang didalamnya terdapat kalimat Tauhid.

Tidak ada alasan bagi mereka bahwa itu bukan bendera Tauhid, atau mengatakan itu bendera HTI misalnya. Wait…!! bendera Tauhid itu sejatinya bukan hanya HTI saja yang punya sobat… Akan tetapi, semua umat Islam yang didalam dadanya terdapat tauhid pasti ikut merasa memilikinya juga.

Mereka berdalih bahwa itu untuk menghormati kalimat tauhid. Lalu apa dengan cara seperti itu menghormatinya? Dengan membakar sambil teriak teriak dan bernyanyi nyanyi…?? Tidakkah mereka melihat kalimat tauhid tertulis disana, yang dengan kalimat tersebut mereka hidup dan dengan kalimat itu pula mereka mati??

Hati hati lah dengan setiap tindakan dan perkataan kita, yang bisa menjerumuskan kita dalam perkara yang sudah Allah Ta’ala peringatkan. Tidak dipungkiri, kebodohan dan hawa nafsu lah yang membuat mereka melakukan hal tersebut. Dan tidak ada cara lain selain bertobat darinya dan terus belajar tauhid dan ilmu agama sebelum ajal menjemput kita.

Keutamaan Kalimat Tauhid Laa Ilaha Illallah

Kebangetan kalo orang ngaku Islam tapi benci kalimat tauhid

Dari Abu Sa’id al-Khudri radhiallahu ‘anhu dari Rasulullah shallallaahu ‘alahi wa sallam, beliau bersabda:

قال موسى عليه السلام : يا رب علمني شيئاً أذكرك وأدعوك به ، قال : قل يا موسى لا إله إلا الله . قال : كل عبادك يقولون هذا ، قال : يا موسى لو أن السموات السبع وعامرهن غيري والأرضين السبع في كفة ، ولا إله إلا الله في كفة ، مالت بهن لا إله إلا الله

Berkata Musa ‘alahis salaam: ‘Wahai Rabb, ajarkanlah padaku sesuatu yang dengannya aku berdzikir kepadaMu dan berdoa kepadaMu’

Maka Allah berfirman: ‘Wahai Musa, Ucapkanlah: ‘Laa ilaaha illallaah’

Musa berkata: ‘Setiap hambaMu mengucapkan kalimat ini’

Allah berfirman: ‘Wahai Musa, seandainya langit yang tujuh serta seluruh penghuninya, selain Aku, dan ketujuh bumi diletakkan dalam satu sisi timbangan dan kalimat Laa ilaaha illallaah diletakkan pada sisi lain timbangan, niscaya kalimat Laa ilaaha illallah lebih berat timbangannya’

Diriwayatkan ibnu Hiban dan al-Haakim dan ia (al-Haakim) menshahihkannya.

Laa Ilaha Illallah itu maknanya: Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah

Tuhan selain Allah yang disembah manusia, ada bahkan banyak. Ada yang nyembah nabi, malaikat, jin, kuburan, matahari, batu, pohon dan lain-lain. Tapi itu semua tidak berhak sama sekali disembah, karena semuanya sama-sama makhluk yang seharusnya menyembah Sang Pencipta, Allah semata.

Ustadz Amrullah Akadhinta.

Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata,

“Barang siapa yang mengucapkan kalimat laa ilaaha illallaah disertai dengan menunaikan hak dan kewajiban (dari kalimat tauhid tersebut), niscaya dia masuk surga.” ( Al-Hujjah Fii Bayaanil Mahajjah 11 / 152 ).

Kalimat laa ilaaha illallaah merupakan kalimat paling agung yang menunjukkan bahwa tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah. Seorang muslim yang mengucapakan lafadz tersebut dengan lisannya, penuh keyakinan dalam hatinya, ikhlas, memahami maknanya dan melaksanankan tuntutannya, maka ia akan masuk surga. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ شَهِدَ أَنْ لاَ إٍلَهَ اٍلاَّ اللهُ مُخْلِصًا مِنْ قَلْبِهِ دَخَلَ الْجَنَّة

“Barangsiapa yang bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah dengan ikhlas dari hatinya, maka ia (dijamin) masuk surga.” (HR. Ibnu Hibban no. 4 dan 7, Mawaariduzh Zham’an) dan lainnya dari shahabat Mu’adz bin Jabal. Dinilai shahih oleh Syaikh Al Albani di dalam Silsilah Al-Ahadits As- Shahihah ( No : 2355 ). Kesuksesan dan kebahagiaan hakiki orang yang beriman adalah dimasukkannya dia kedalam surga dan dijauhkan dari neraka. Itulah keutamaan kalimat laa ilaaha illallaah!

Betapa kalimat laa ilaaha illallaah memiliki kedudukan sangat penting, yang sangat menentukan tempat tinggal seorang hamba di akhirat. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ كاَنَ أَخِر كَلامِهِ لاإِلَهَ إلاَّ اللهُ دَخَلَ الْجَنّةَ

“Barangsiapa yang akhir ucapannya adalah laa ilaaha illallaah ( idak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah), maka ia akan masuk surga.” (Shahih, HR Abu dawud ( no. 3116 ) Al-Hakim ( 1/351) dari sahabat Muadz bin Jabal. Syaikh Al-Albani menyatakan: sanadnya hasan shahih, lihat shahih Sunnan Abi Dawud (VIII / 439, No. 2729)

Menjadi kewajiban utama seorang mukmin untuk mempelajari dan memahami tauhid, padahal saat ini tak sedikit kaum muslimin kurang memperhatikannya.

Peringatan Allah Ta’ala

📋 MENGOLOK-OLOK AJARAN ISLAM ADALAH KEKAFIRAN

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Allah ‘azza wa jalla berfirman,

قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ

“Katakanlah: Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu berolok-olok? Tidak usah kamu mencari-cari alasan, kamu telah kafir setelah sebelumnya beriman.” [At-Taubah: 65-66]

Asy-Syaikh Sulaiman Aalusy Syaikh rahimahullah berkata,

من استهزأ بالله ، أو بكتابه ، أو برسوله ، أو بدينه : كفر ، ولو لم يقصد حقيقة الاستهزاء ، إجماعاً

“Barangsiapa mengolok-olok Allah, kitab-Nya, rasul-Nya atau agama-Nya, maka ia kafir berdasarkan kesepakatan ulama, walau ia tidak bermaksud benar-benar menghina (hanya main-main).” [Taisirul ‘Azizil Hamid, hal. 617]

Asy-Syaikh Abdur Rahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah berkata,

فإن الاستهزاء باللّه وآياته ورسوله كفر مخرج عن الدين لأن أصل الدين مبني على تعظيم اللّه، وتعظيم دينه ورسله، والاستهزاء بشيء من ذلك مناف لهذا الأصل، ومناقض له أشد المناقضة‏

“Sesungguhnya menghina Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya adalah kekafiran yang mengeluarkan pelakunya dari agama Islam, karena pondasi agama dibangun di atas dasar pengagungan kepada Allah dan pemuliaan terhadap agama-Nya dan Rasul-rasul-Nya. Maka menghina salah satu darinya adalah peniadaan terhadap pondasi ini dan sebesar-besarnya penghancuran terhadapnya.” [Tafsir As-Sa’di, hal. 197]

Sumber: https://web.facebook.com/sofyanruray.info/videos/2123383661248514/

@indonesiabertauhidofficial

@dakwahtauhid

Iklan

Tentang kopisruput

Newbie blogger dan masih terus belajar...
Pos ini dipublikasikan di Fenomena, Peristiwa, Sekitar Kita, Umum dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.