Kasus Pengoplosan BBM Di SPBU Tegalsari Surabaya Akhirnya Terungkap

Kopisruput.net – Kasus pengoplosan bahan bakar (BBM) di SPBU jalan Tegalsari, Surabaya akhirnya terungkap. Polisi menggerebek aksi pengoplosan tersebut dan mengamankan pelaku dan barang buktinya. Pengoplosan dilakukan dengan mengoplos atau mencampur 2 jenis BBM berbeda ke dalam satu tandon.


Menurut informasi, jenis BBM yang di oplos adalah Bio Solar ke tandon Dexlite dan tandon Pertamax diisi dengan Premium atau Pertalite. Sehingga konsumen sangat dirugikan dalam hal ini. BBM hasil oplosan akan berdampak buruk komponen kendaraan.

Terungkapnya kasus ini, setelah polisi menerima keluhan warga yang membeli bahan bakar di SPBU ini ternyata mesinnya nggak enak dipakai. Padahal, dia membeli Pertamax. Dari situ akhirnya polisi melakukan penyelidikan.

Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Rofiq Ripto Himawan, mengatakan, kejahatan itu diketahui polisi pada Rabu (21/2/2018) pukul 23.00 WIB.
Ada 40 liter Bio Solar yang diisikan ke tandon Dexlite,” kata Rofiq, Selasa (27/2/2018).

Bio Solar itu, kata Rofiq, diambil dari truk tangki BBM Bio Solar yang seharusnya dikirim ke SPBU di Jalan Raden Panji Kota Malang. Aksi yang sama juga dilakukan pada tandon BBM jenis Pertamax, yang diisi atau dicampur dengan BBM jenis Premium atau Pertalite.

Aksi itu sudah 3 tahun terakhir dilakukan. Dalam sehari, setidaknya 1,8 ton BBM yang dijual tidak sesuai peruntukannya,” ucapnya.

Para pelaku mengambil selisih harga dari jenis BBM yang dioplos.
Sejumlah pengawas SPBU mendapatkan keuntungan sekitar Rp 15 juta per bulan,” terangnya.

Penyelidikan kasus tersebut terus dikembangkan pihaknya, termasuk memeriksa pihak pengelola SPBU dan bagian distribusi BBM. Sampai saat ini, sudah 2 orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut, yakni ES sebagai sopir truk, dan IH selaku asisten supervisor SPBU.

Para tersangka yang terlibat dalam kasus itu disebut menyalahgunakan pengangkutan dan/atau niaga BBM yang disubsidi pemerintah, sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 55 UU RI nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Ancaman hukumannya maksimal 6 tahun penjara dan denda maksimal Rp 60 miliar.

Wah…ngeri Dulur. Sebaiknya kita berhati hati dalam mengisi BBM, atau setidaknya kita juga memperhatikan BBM yang masuk ke tangki kendaraan kita seperti warnanya dan juga efeknya ke performa kendaraan. Karena penggunaan BBM oplosan akan berdampak pada performa kendaraan.

Sumber: kompas, surabayapagi

Iklan

Tentang kopisruput

Newbie blogger dan masih terus belajar...
Pos ini dipublikasikan di Motor, Peristiwa, Sekitar Kita, Umum dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s