Jika Melihat Gerhana Bersegeralah Shalat, Begini Tata Cara Shalat Gerhana

image

Kopisruput.net – Jika kita melihat gerhana, baik gerhana matahari maupun gerhana bulan dianjurkan untuk bersegera shalat. Hal ini sebagaimana sabda Nabi Shalallahu alaihi wassalam.

فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَافْزَعُوا إِلَى الصَّلاَةِ

“Jika kalian melihat gerhana tersebut (matahari atau bulan) , maka bersegeralah untuk melaksanakan shalat.”

Kapan melakukan shalat Gerhana?
Shalat gerhana (kusuf) dilakukan ketika mulai terjadi gerhana hingga gerhana tersebut hilang. Shalat gerhana boleh dilakukan pada waktu terlarang untuk shalat seperti sesudah shalat ashar jika gerhana terjadi setelah ashar.

Bagaimana Tata Cara Shalat Gerhana?

Shalat gerhana dilakukan sebanyak dua rakaat dan ini berdasarkan kesepakatan para ulama. Namun, para ulama berselisih mengenai jumlah rukuk di tiap rakaatnya. Dan yang paling kuat adalah pendapat bahwa shalat gerhana dilakukan dengan dua rakaat dan setiap rakaat ada dua kali rukuk, dua kali sujud.

Hal ini berdasarkan hadits,
“Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan bahwa pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah terjadi gerhana matahari. Beliau lalu mengutus seseorang untuk menyeru ‘ASH SHALATU JAMI’AH’ (mari kita lakukan shalat berjama’ah). Orang-orang lantas berkumpul. Nabi lalu maju dan bertakbir. Beliau melakukan empat kali rukuk dan empat kali sujud dalam dua rakaat.”

“Aisyah menuturkan bahwa gerhana matahari pernah terjadi pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bangkit dan mengimami manusia dan beliau memanjangkan berdiri. Kemudian beliau rukuk dan memperpanjang rukuknya. Kemudian beliau berdiri lagi dan memperpanjang berdiri tersebut namun lebih singkat dari berdiri yang sebelumnya. Kemudian beliau rukuk kembali dan memperpanjang rukuk tersebut namun lebih singkat dari rukuk yang sebelumnya. Kemudian beliau sujud dan memperpanjang sujud tersebut. Pada rakaat berikutnya beliau mengerjakannya seperti rakaat pertama. Lantas beliau beranjak (usai mengerjakan shalat tadi), sedangkan matahari telah nampak.”

Tata cara shalat gerhana sama seperti shalat biasa dan bacaannya pun sama, hanya saja urutannya yang agak berbeda sebagai berikut.

1. Berniat di dalam hati melakukan shalat gerhana.

2. Takbiratul ihram yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa.

3. Membaca doa istiftah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaherkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih) sebagaimana terdapat dalam hadits Aisyah:
جَهَرَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – فِى صَلاَةِ الْخُسُوفِ بِقِرَاءَتِهِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjaherkan bacaannya ketika shalat gerhana.” (HR. Bukhari no. 1065 dan Muslim no. 901)

4. Kemudian rukuk sambil memanjangkannya.

5. Kemudian bangkit dari rukuk (i’tidal) sambil mengucapkan ‘SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAH, RABBANA WA LAKAL HAMD’

6. Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama.

7. Kemudian rukuk kembali (rukuk kedua) yang panjangnya lebih pendek dari rukuk sebelumnya.

8. Kemudian bangkit dari rukuk (i’tidal).

9. Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana rukuk, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali.

10. Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan rakaat kedua sebagaimana rakaat pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya.

11. Tasyahud.

12. Salam.

13. Setelah itu imam menyampaikan khutbah kepada para jama’ah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdoa, beristighfar, sedekah, dan membebaskan budak.
image

Gerhana adalah salah satu tanda kekuasaan Allah Subhanahu Wata’ala. Sikap yang tepat ketika fenomena gerhana ini adalah takut, khawatir akan terjadi hari kiamat. Perbanyak dzikir, berdoa dan sedekah.

Sumber : Rumaysho

Iklan

Tentang kopisruput

Newbie blogger dan masih terus belajar...
Pos ini dipublikasikan di Ngaji, Umum dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s