Cara Menghadapi Istri Yang Sedang Marah

image

Pict. Fanspage Ustadz Felix Siauw

Istri marah-marah, sedikit sedikit marah, marah kok sedikit sedikit…hehehe. Dalam hubungan suami istri kita pasti tak jarang terjadi seperti itu meski terkadang cuma karena masalah sepele. Pada dasarnya lelaki dan perempuan memiliki cara berpikir yang berbeda. Itu yang perlu kita pahami….Dimana kalau perempuan lebih banyak menggunakan perasaannya daripada pikirannya. Oleh karena itu, kepekaan perempuan itu lebih tajam, hatinya lembut dan sensitif. Jadi, ketika ada hal-hal yang mengganggu ketenangan hatinya, atau tidak sesuai dengan hatinya, ia akan langsung bereaksi. Reaksinya ini biasanya diekspresikan dengan marah-marah.

Hal inilah yang biasanya terjadi dalam rumah tangga. Dan sebagai suami, tentunya kita juga harus memahami dan mengerti kenapa istri kita marah dan bagaimana sikap kita menghadapinya. Paling tidak, sejenak luangkan waktu untuk mendengarkan curhatannya. Ingat…..istri kita adalah partner hidup kita menuju sukses dunia dan juga akhirat.

Seperti yang dilakukan oleh amirul mukminin, sahabat Rasulullah ﷺ Umar bin Khaththab kepada istrinya.
Imam As Samarqandi meriwayatkan sebuah kisah bahwa seorang laki-laki datang kepada Umar bin Khaththab. Laki-laki tersebut ingin menceritakan kepada Amirul Mukminin tentang istrinya yang selalu cemberut dan bermuka masam.

Ketika sampai di depan pintu rumah Umar, lelaki tersebut mendengar istri Umar, Ummu Kultsum sedang mengomel. Seketika itu pula lelaki tersebut berbalik dan membatalkan niatnya. Namun, Umar yang mengetahuinya memanggil lelaki itu dari balik jendela. Lelaki itu kemudian menceritakan niatnya.

Mendengar cerita lelaki itu Umar berkata,

“Aku dengarkan baik-baik omelan istriku, dan tidak sedikit pun aku menentangnya karena aku memiliki alasan khusus yaitu; pertama, istriku adalah penghalang antara aku dan neraka. Hatiku selalu berteduh kepadanya sehingga aku terhindar dari perbuatan haram. Kedua, ia menjaga hartaku ketika aku pergi. Ketiga, ia selalu mencuci pakaianku. Keempat, ia membesarkan dan mendidik anak-anakku. Kelima, ia selalu membuatkan masakan untukku.”

Kebanyakan para suami, ketika istri sedang marah, maka suami pun ikut marah. Sehingga, bukannya reda, tapi malah menimbulkan konflik yang semakin parah. Tapi, hal ini tidak dilakukan oleh Umar. Ia bersikap tenang menghadapi istrinya yang marah. Meski begitu, perbuatan ini bukanlah menunjukkan bahwa Umar adalah suami yang takut istri. Melainkan, ia menghormati seorang istri yang memiliki peran penting dalam hidupnya.
Nah, apa yang dilakukan Umar ini semoga bisa menginspirasi kepada kita yang mengaku cinta pada istrinya. Jangan sampai istri mengatakan bahwa rasa cinta Anda itu palsu padanya, dengan tidak mengerti keadaan dirinya. Tapi, buktikanlah bahwa Anda sangat menyayangi istri Anda, dengan tidak emosi ketika istri mengeluarkan keluh kesahnya. Melainkan, jadilah partner hidupnya, yang mampu menjadi peredam amarah dan penyejuk keluh kesahnya.

Iklan

Tentang kopisruput

Newbie blogger dan masih terus belajar...
Pos ini dipublikasikan di Ngaji, Tips and Trik, Umum dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s