Renungan: Maraknya Perkosaan Anak Hingga Pembunuhan, Siapa Yang Pantas Di Salahkan??

image

Kopisruput – Sobat sekalian, beberapa pekan belakangan ini media diributkan dengan banyaknya peristiwa keji sekaligus memilukan. Kekerasan terhadap wanita, pemerkosaan anak dibawah umur sampai berujung pembunuhan, dan mabuk mabukan. Lebih parah lagi 5 anak SMP (14 tahun) dan 3 anak SD (12 tahun dan 9 tahun) yang memperkosa secara rame-rame anak umur 13  di Surabaya!

Bagaimana anak anak yang masih belum dewasa ini bisa melakukan tindakan seperti itu jika tidak ada pengaruh negatif dari luar?
Lalu siapa yang harus disalahkan dalam hal ini, kalau ternyata semua itu adalah disebabkan kita sendiri?? Ya…kita sendiri lah pelakunya. Terkadang kita lalai dan telah memberikan contoh yang menjurus kesana tanpa di sadari. Atau memang ada tangan tangan jahil yang sengaja mencoba menggiring dan merusak pola pikir dan mental anak anak jaman sekarang.

Iklan iklan di pinggir jalan yang mengumbar aurat dan membakar birahi. Majalah majalah setengah porno yang dijual bebas. Gambar- gambar di koran setengah bugil. Artis artis dan penyanyi penyanyi yang senantiasa tampil seksi tidak karuan. Sinetron-sinetron yang mengajarkan pacaran dan berduaan dengan lawan jenis. Warnet warnet yang bebas dimasuki anak-anak. Game game anak dengan tokoh tokoh setengah telanjang. Pramugari, pramusaji, SPG, para pelayan mall yang semuanya mengumbar aurat. Pergaulan bebas di sekolahan. Di jalan, di pasar di kantor, pemandangan yang mengundang birahi dipertontonkan. Semua itu tanpa disadari telah merasuk kedalam pikiran anak anak, memori mereka terisi oleh hal hal yang belum semestinya mereka tahu.

Kita sendiri dan berbagai kalangan merasa prihatin dan rame rame mengutuk dengan semua kejadian itu di media sosial. Tapi… setelah semua faktor perusak di atas yang dibuat dan diresmikan, masih pantaskah kita marah lalu mengutuk apabila terjadi pemerkosaan??!!
Akhirnya kita sendiri lah yang pantas dikutuk!
Seperti seorang ayah yang melemparkan anaknya ke kolam lalu dia berpesan: “Ananda, berhati hatilah jangan sampai  dirimu basah.”

Semua ini adalah fenomena  gunung es. Hari demi hari akan menyingkap yang lebih dahsyat dan menakutkan. Jika tidak segera di tanggulangi, bisa semakin parah bencana yang akan ditimbulkannya.

Bagaimana Solusinya??

Salah satu cara adalah kita mulai dari Keluarga. Keluarga menjadi satu satunya ruang lingkup terkecil yang berperan dalam mendidik dan membekali ilmu yang baik sejak dini. Tanamkan mereka ilmu agama yang kuat, berikan mereka contoh teladan yang baik. Hanya ilmu agama yang bisa menyelamatkan mereka. Dengan bekal agama yang kuat, niscaya mereka akan mampu memilah mana yang baik dan mana yang buruk.

Jangan biarkan keluarga kita, anak anak kita menjadi korban kelalaian diri kita sendiri, karena pergaulan bebas, dan karena pengaruh dunia luar yang tidak baik.

Bagaimana pandangan Islam tentang hal ini??

Sebagaimana dalam agama Islam. Islam tidak hanya melarang perzinaan namun Islam juga melarang manusia mendekati perzinaan. Nah…mendekati saja sudah dilarang, apalagi sampai zina. Dalam permasalahan pemerkosaan dan pencabulan, Islam telah memberikan solusi sejak 15 abad yang lalu. Mulai dari perintah menutup aurat. Perintah menundukkan pandangan. Memisahkan anak- anak tidur di ranjang setelah umur 10 tahun. Memerintahkan agar anak-anak tidak masuk ke kamar orang tuanya kecuali dengan izin, khususnya di waktu waktu orang tua melepaskan pakaiannya. Larangan berduaan dengan yang bukan mahrom nya. Perintah untuk segera menikah. Larangan menyentuh wanita yang bukan mahromnya. Larangan berucap yang lemah lembut (menggoda) bagi wanita, dan lain sebagainya.

Lalu kenapa pelakunya kebanyakan adalah muslim? Atau bahkan semuanya muslim? Dimana Islam mereka??
Jawabannya adalah karena minimnya pendidikan agama Islam. Mereka tidak cukup mendapatkan hak untuk belajar agama Islam.

Semua itu bukanlah untuk mengekang manusia atau mengeruhkan kehidupannya. Namun demi memberikan ketentraman bagi umat manusia, anak-anak dan orang tua serta negara. Agar mereka berjalan dijalan yang lurus hingga sampai ke tujuan utama hidup.

Iklan

Tentang kopisruput

Newbie blogger dan masih terus belajar...
Pos ini dipublikasikan di Ngaji dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s