Anak Politisi Menganiaya Polantas Di Makassar, Sang Ayah Meminta Damai

image

Kopisruput – Dulur, sebuah tindak kekerasan yang tidak sepatutnya dilakukan oleh seorang anak politisi Golkar di Makassar kepada seorang Polantas, Bripka Mulyadi, Minggu (3/1/2015) sekitar pukul 14.30 WITA. Pelaku adalah Irfan Darmawan, anak dari mantan anggota DPRD Sulsel Nasran Mone.

Irfan melakukan pemukulan terhadap Bripka Mulyadi hingga mengalami memar pada bagian kepala sebelah kanan dan belakang. Pada saat itu korban Bripka Mulyadi yang dianiaya tidak berseragam dan memakai pakaian preman.

Menurut penuturan sang ayah Irfan, yaitu Nasran Mone mengatakan jika kedua anaknya khilaf. Kronologis kejadian berawal ketika Irfan yang sedang bertengkar dengan istrinya di warkop miliknya menelepon sang kakak, Hendra. Hendra pun berangkat mengendarai mobil menuju warkop adiknya untuk mendamaikan pertengkaran antara Irfan dan iparnya.

Di tengah perjalanan, tepatnya di Jalan Andi Mappanyuki Makassar, Hendra yang tak sabar dengan kemacetan menekan klakson berkali-kali. Korban, Bripka Mulyadi, yang saat itu tidak berseragam meminta Hendra bersabar sambil mengatur arus lalu lintas di wilayah itu.

Setelah lalu lintas kembali normal, Mulyadi kemudian naik kembali ke mobilnya dan pergi. Di belakang mobil Mulyadi ternyata adalah mobil Hendra yang kembali membunyikan klakson. Menurut Nasran, Mulyadi seketika turun dari mobilnya dan memukul badan depan mobil yang dikemudikan Hendra.

Hendra lalu menelepon adiknya, Irfan, yang kebetulan warkopnya sudah dekat dari lokasi. Irfan pun datang dan terjadi perkelahian. Setelah itu, korban meninggalkan lokasi menuju Polsek Mariso melaporkan kejadian ini. Irfan tak tahu korban itu adalah polisi…

Atas kejadian pemukulan yang dilakukan kedua anaknya, Irfan dan Hendra, politikus Partai Golkar Nasran Mone meminta maaf kepada korban dan Polda Sulawesi Selatan. Ia berharap bisa menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.

“Sebagai orangtua, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada korban sekaligus institusi kepolisian daerah Sulsel atas adanya kejadian ini dan saya berharap ada jalur mediasi secara kekeluargaan yang dapat terbuka antara kedua anak saya dengan korban,” ucap Nasran Mone sambil menitikkan air mata dalam konferensi pers di Warkop Phoenam Makassar, Jalan Jampea, Senin (4/1/2016).

“Saya mohon permasalahan ini dapat diselesaikan dan kedua belah pihak dapat berdamai dengan mengedepankan rasa kearifan lokal tidak berlanjut sampai ke tingkat pidana,” Nasran meminta.

Mulyadi yang terluka di kepala dilarikan ke RS Bhayangkara untuk divisum dan sekaligus mendapat perawatan intensif.
Lagi lagi karena tidak bisa mengendalikan emosi terkadang sering membuat kita hilang kendali. Dan akhirnya melakukan tindakan kekerasan yang terkesan arogan karena sebagai anak politisi. Tentunya hal seperti itu sangat disayangkan sekali…keep calm dulur.

Iklan

Tentang kopisruput

Newbie blogger dan masih terus belajar...
Pos ini dipublikasikan di Sekitar Kita, Umum dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s